Jumat, 30 Oktober 2020

Tidak Ada Aturan Pemecatannya, Pendidik Perlu Pembinaan



Jakarta – Ramai pemberitaan tentang salah satu guru SMAN di DKI Jakarta terkait dengan pemilihan Ketua OSIS, mendapat sorotan juga dari anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Solikhah. Dirinya mengatakan, sebaiknya jangan terburu-buru menilai oknum pendidik tersebut, sampai kemudian melakukan pemecatan, karena menurutnya semua pihak harus melihat aturan yang terkait.

“Jangan sampai aturannya tidak ada, tapi kita sudah terburu-buru untuk meminta agar oknum pendidik tersebut dipecat,” kata Solikhah yang duduk di Komisi E yang membidangi pendidikan, Jum’at (30/10/2020) di Jakarta.

Politisi PKS yang karib disapa Ustadzah Lilik ini menambahkan, Dinas Pendidikan (Disdik) harus melakukan segera pembenahan dan pembinaan kepada para pendidik di DKI Jakarta, karena semua pendidik menjadi contoh teladan anak didiknya.

Kemudian lanjut Solikhah, jangan sampai yang sebenarnya tidak ada pernyataan yang menyalahi aturan, tetapi dihakimi dan diprovokasi oknum tertentu agar guru tersebut dipecat.

“Ini menjadi tugas bersama, selain Disdik, juga legislatif, jangan memperkeruh suasana dalam situasi ini, karena belum tentu oknum pendidik tersebut bersalah,” tambah Solikhah yang juga Wakil Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta.

Solikhah berharap, kejadian seperti ini menjadi pelajaran bagi semua pihak dan semua unsur untuk saling menumbuhkan pengertian dan kekelurgaan, dan dinas pendidikan harus terus melakukan pembinaan dan arahan secara intensif dan proporsional.

“Nilai-nilai Pancasila harus selalu ditanamkan dalam aplikasi yang nyata, baik dalam nilai keagamaan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan dan keadilan,” pungkasnya.

Kamis, 29 Oktober 2020

H+5 Operasi Zebra, Satlantas Polres Metro Jaktim Bagikan Ratusan Masker dan Sembako



TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Hari kelima operasi zebra jaya 2020, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta Timur bagikan masker dan sembako, Jumat (30/10/2020).

Operasi zebra 2020 sudah digelar serentak di Indonesia sejak Senin (26/10/2020) lalu, dan akan berlangsung hingga Minggu (8/11/2020) mendatang.

Namun, ada hal menarik yang justru dihadirkan oleh Satlantas Polres Metro Jakarta Timur mulai hari ini.

Pasalnya, para personel kepolisian justru membagikan masker dan sembako berupa beras kepada sejumlah pengendara, khususnya mereka yang berprofesi sebagai sopir truk, tukang ojek, tukang becak hingga sopir angkutan umum.

Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Telly Bahute mengatakan operasi zebra kali ini merupakan operasi simpati dan bukan lagi penindakan.


Hari ini adalah hari kelima Operasi Zebra Jaya 2020, di mana hari dari hari kemarin kami sedang melaksanakan operasi zebra yang simpati. Yang tadinya ada penindakan tapi  sudah dari kemarin kami melakukan operasi simpati kepada masyarakat seperti yang terlihat di belakang ini," kata Kompol Telly di Pangkalan Jati, Jakarta Timur.

Atas dasar operasi simpati ini, Satlantas Polres Metro Jakarta Timur berinisiatif untuk membagikan sembako, mengingat saat ini pandemi masih berlangsung.

"Kami berikan bukan hanya berupa brosur dan masker, ada juga sembako berupa beras di mana dengan operasi zebra ini masyarakat bisa menjadi lebih tertib," jelasnya.


Pantauan TribunJakarta.com, sekiranya ratusan masker dan 100 karung beras dibagikan oleh Satlantas Polres Metro Jakarta Timur di sejumlah titik, satu diantaranya di Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Usai membagikan masker dan beras, pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan terutama rambu yang ada.

Melihat ada angkutan umum yang ngetem, Kompol Telly segera menghampiri dan memberikan imbauan kepada para sopir.



Peringatan Maulid Nabi, Momentum Umat Evaluasi Diri



Jakarta – Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi, harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk evaluasi diri.

Demikian disampaikan Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Abdul Aziz, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, seputar refleksi Maulid Nabi.

“Pada momen Maulid ini saatnya kita mewujudkan rasa cinta kita pada Rasulullah dengan banyak belajar dan menapaktilasi perjuangan beliau dalam berdakwah dan menegakkan kebenaran dengan cara yang benar,” ujar Abdul Aziz, Kamis (29/10/2020).

Memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW memang telah menjadi tradisi bagi umat Islam di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali Indonesia. Nah, dalam peringatan Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal ini harus menjadi momen untuk membangkitkan dan menjaga semangat Nabi dalam diri umat Islam.

“Kita merenung dan mengevaluasi diri, sejauh mana kita sudah mengikuti sunnah dan teladannya,” tandas politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Gubernur Anies Imbau Umat Muslim Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Protokol Kesehatan



TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu dinanti Umat Muslim.

Maulid Nabi diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah, tepatnya jatuh pada hari ini, Kamis (29/10/2020).

Umat Muslim biasanya memperingati Maulid Nabi dengan cara menggelar panggung pengajian, dakwah, dan tausiah.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau Umat Muslim agar merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW secara protokol kesehatan.

Sebabnya, situasi pandemi Covid-19 masih terjadi.

"Dalam suasana pandemi, kita masih berhadapan dengan wabah, mari sama-sama peringati dengan mengikuti semua protokol kesehatan demi melindung saudara-saudara kita," jelas Anies, dalam video di akun Instagramnya, @aniesbaswedan, Kamis (29/10/2020).

Kesempatan bagi kita semua untuk menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah, tetapi ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk menakar seberapa dekat kita dengan sifat-sifat Rasulullah," lanjutnya.

Anies menjelaskan, pandemi virus corona Covid-19 sebaiknya dijadikan momentum lebih mendekatkan diri kepada sang khalik.

"InsyaAllah ini benar-benar akan menjadi pengingat kepada kita semua untuk makin bisa mendekatkan kepada Allah dan mendekatkan kepada sifat-sifat Rasulullah," tutup Anies.


Sekjen PKS Minta Momen Maulid Nabi Muhammad SAW Jangan Hanya Jadi Ajang Liburan

 


TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Aboe Bakar Alhabsyi meminta agar momentum Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya dijadikan ajang liburan semata.

"Tetapi menjadi sebuah refleksi bagi para pemimpin bangsa ini dan untuk kita semua dalam meneladani berbagai sifat dan kebaikan Rasulullah Muhammad SAW," kata Alhabsyi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Oktober 2020.

Alhabsyi mengatakan, untuk kehidupan pribadi, akhlak Rasulullah penuh dengan keteladanan. Sifat jujur (shidiq) yang dimiliki Nabi Muhammad sangat dibutuhkan untuk kehidupan saat ini, khususnya terkait banyaknya kasus korupsi. "Nilai kejujuran adalah kunci untuk melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia," kata dia.

Menurut anggota DPR ini, amanah yang dimiliki oleh Rasulullah juga perlu diteladani, khususnya bagi para pejabat publik. Dengan memiliki sifat amanah, kekuasaan yang dipercayakan kepada seseorang akan digunakan dengan baik dab untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir orang dan pihak asing.

Dalam kehidupan bermasyarakat, salah satu teladan Rasulullah, yakni berhasil menyatukan kalangan Muhajirin dan Anshor. Bahkan, kata Alhabsyi, sejarah mencatat bahwa Rasulullah bukan hanya membuat mereka bersatu, tetapi berhasil mempersaudarakan mereka seperti layaknya hubungan saudara kandung.

Padahal, di antara para sahabat Nabi saat itu, mereka bukan hanya berlatar dari suku di Arab. Namun dari berbagai latar lainnya, seperti Salman dari Persia, Suhaib dari Romawi, Bilal yang berdarah Afrika, Maria Al Qibty dari Mesir, ataupun Maimun yang berdarah Kurdi.

"Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sebagai pemimpin dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat seharusnya menjadi inspirasi untuk para pemimpin bangsa ini," ujarnya.

Alhabsyi menuturkan, persatuan dan persaudaraan adalah pondasi penting bagi bangsa Indonesia yang memiliki berbagai keragaman. Pemimpin harus hadir sebagai tokoh pemersatu, bukan membuat bangsa tercerai berai.

Pemimpin harus hadir sebagai tokoh yang mempersaudarakan dalam kebaikan, bukan membuat kita saling menaruh curiga antar sesama, apalagi memberikan stigma keburukan bagi pihak lainnya.

Pemimpin, menurut Alhabsyi, harus memberikan keteladanan sifat kejujuran, bukan menjadi pihak yang mengajarkan kebiasaan mengingkari ucapan dan janjinya. "Pemimpin harus memberikan keteladanan sifat amanah, bukan menjadi pihak yang berlepas tangan atas segala masalah yang ada," ucap Alhabsyi.

Rabu, 28 Oktober 2020

Anies Beri 5 Tips Manfaatkan Waktu Libur Panjang: Wisata Virtual Hingga Video Call



 TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta AniesBaswedan membagikan tips memanfaatkan libur panjang tanpa harus pergi mudik. Libur panjangakhir Oktober ini telah dimulai sejak 28 Oktober hingga 1 November 2020.

Liburan itu nggak harus berpergian atau jalan-jalan kok. Berikut alternatif kegiatan asyik yang bisa kamu lakukan bareng keluarga di rumah," tulis Anies di akun instagramnya @aniesbaswedan, Rabu, 28 Oktober 2020.

Anies membagikan lima tips libur tetap asyik tanpa mudik di tengah pandemi Covid-19. Pertama memanfaatkan aplikasi video call atau komunitas melalui video yang tersedia

Pertemuan tatap muka untuk sementara lebih baik digantikan dengan teknologi ini. Jangan ragu menghubungi keluarga dan teman untuk saling bertukar kabar dan menjaga kesehatan mental akibat pandemi yang tak kunjung selesai.

Kedua buat daftar kegiatan di dalam dan luar rumah. Buat daftar kegiatan seru untuk mengusir kebosanan selama libur panjang. Memasak, main game, nonton film, berkebun, dan olahraga bisa menjadi alternatif dan penyegaran otak sebelum kembali beraktivitas.

Ketiga adalah wisata virtual. Kata Anies, warga tidak perlu keluar rumah, uang transportasi dan khawatir tertular virus di kerumunan tempat wisata. "Di Jakarta ada wisata virtual. Kamu bisa menjelajahi Kota Jakarta mulai dari Monas, Dufan hingga Museum."

Keempat, ikut Webinar. Alihkan dana mudik atau liburan untuk membeli kuota internet tanpa batas. Manfaat waktu untuk mengembangkan keterampilan. Segera daftarkan diri untuk mengikuti Webinar sesuai kemampuan yang ingin dikembangkan.

Terakhir adalah staycation. Yakinkan dan jelaskan kepada keluarga bahwa tidak mudik atau liburan di tengah pandemi merupakan langkah bijak, aman dan sehat untuk keluarga dan kesehatan bersama.

"Covid-19 masih ada di sekitar kita. Antisipasi lonjakan kasus selama libur panjang dengan quality time bersama keluarga dan teman untuk saling bertukar kabar. Jangan lupa disiplin terapkan protokol kesehatan 3M dan PHBS."

Peringati Sumpah Pemuda, Sekjen PKS: Cegah Penguasaan Asing!



 Jakarta -- Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Habib Aboe Bakar Al-Habsy menyampaikan momentum Sumpah Pemuda merupakan semangat nasionalisme yang mengingatkan bangsa Indonesia untuk bersatu dan mencegah penguasaan pihak asing.

"Ini mengingatkan kita agar tidak menjadi bagian dari pihak yang memuluskan kepentingan asing di bumi pertiwi yang akhir-akhir ini menjelma dengan berbagai wajah kebijakan seolah berpihak terhadap bangsa sendiri," ucap Habib Aboe, Rabu (28/10/2020).

Habib Aboe juga mengingatkan Sumpah Pemuda ini mengandung makna agar rakyat Indonesia dapat selalu mengedepankan kepentingan bangsa negara di atas kepentingan kelompok.

"Kita semua mengaku bertumpah darah yang satu dan menyatu dalam tanah air Indonesia dan senantiasa mengembangkan semangat harmoni kebangsaan," ujar Habib Aboe.

Terlebih Sumpah Pemuda ini memiliki makna yang sangat penting dan mengingatkan akan arti pentingnya persatuan, lanjut dia.

"Dengan persatuan ini kita merebut kemerdekaan, dan saat ini dengan persatuan kita mempertahankan kemerdekaan. Oleh karena itu, Sumpah Pemuda mengingatkan kita agar tidak mudah diadu domba antar sesama anak bangsa," tegas Habib Aboe.

Dia mengatakan peran pemerintah menjadi signifikan dan lebih bijak untuk mendengarkan aspirasi publik serta mengedepankan semangat demosntrasi.

"Maraknya demosntrasi seharusnya bukan disikapi dengan narasi seolah menyalahkan adanya disinformasi dan hoax, apalagi menyikapi dengan cara represif dan seolah mengadu domba masyarakat sendiri," tandas Habib Aboe.

Terakhir dia berpesan bahwa Sumpah Pemuda ini adalah deklarasi kesatuan tanah air yang harus dijaga dan dilindungi. Karena anak bangsa harus mengedepankan kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan segelintir orang apalagi kepentingan pihak asing.


Wali Kota Resmikan Penggunaan Pintu Air Phb Pondok Bambu

  Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, M. Anwar, menghadiri temu warga RW 011 Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Minggu (12/2/2...